Minggu, 26 November 2017

Setting LynkSys WRT54G sebagai client



Cara Setting LinkSys WRT54G Sebagai Client





Langkah-Langkah

A. Pertama “Setting IP WAN & LAN” :
- Siapkan/nyalakan Router Linksys WRT54G anda.
- Sambungkan kabel data (UTP Straight kabel) ke port LAN komputer/Laptop Anda.
- Setting IP pada komputer/laptop anda menjadi DHCP agar lebih mudah.
- cek ip, netmask dan gateway yang diterima komputer anda.
- buka browser anda dan masukkan ip gateway komputer anda tadi, defaultnya http://192.168.1.1/ .
- Nah, akan muncul form password untuk akses ke routernya, default user/pass : admin
- Pada internet Connection Type nya silahkan dipilih : DHCP atau Static, ini tergantug ISP yang Anda gunakan.
- lalu masuk ke settingan Network Setup, Settingan LAN sesuai keinginan anda atau biarkan saja untuk default

 " Jika Anda memilih DHCP disable maka anda haru memasukan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap client"

- untuk Time Zonenya pilih GMT+7 untuk indonesia, yang lain terserah Anda.
- lalu Save Setting.
- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kabel sudah dapat terkoneksi ke internet.
B. Kedua “Settingan WIFI” :
- pilih Menu Wireless
- wireless network mode sebaiknya dipilih Mixed agar support ke tipe wifi b dan g



- ganti SSID sesuai kemauan Anda.



  • untuk SSID sebaiknya mengunakan huruf kecil semua, dan ganti spasi dengan garis bawah untuk mencegah beberapa perangkat wifi penerima yang tidak support. 

- wireless Channel silahkan dipilih default aja, kecuali ditempat anda terdapat wifi/hotspot lain
  Nah, untuk hal ini bisa anda ganti dengan channel yang belum terpakai.
- lalu pilih Save Setting.
- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kable & WIFI sudah dapat terkoneksi ke internet.
Untuk mengamankan koneksi WIFI anda, sebaiknya anda memasang security pada wifi anda.



Tipe security anda bisa berupa WEP atau WPA. namun untuk lebih universal pilih saja WEP yang 64 bit. Cara konfigurasinya :
- pilh Menu Wireless – Wireless Security.
- pilih security mode = WEP
- pilih default transmite key = 1
- pilih WEP Encryption = 64 bits10 hex digits
- masukkan passphrase dan klik generate, Maka akan tercipta 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan
  gunakan Key 1, (karena anda memilih defaul transmitenya = 1).


- lalu Save Setting
- Nah koneksi WIFI anda sekarang sudah Secure (dalam artian memiliki password dan terenkripsi).

Analisis Frekuensi 2.4GHz

Analisis Frekuensi 2.4GHz

  •  Pengertian Wireless

Apa itu wireless? Wireless merupakan jaringan penghubung yang menggunakan gelombang elektromagnetik melalui udara yang berperan sebagai sebuah media penghantar antara penerima dan penyalur dengan tanpa menggunakan kabel sebagai media penghubungnya.



  • Perbedaan frequency 2,4Ghz dan 5GH
       Wifi yang beroperasi di 2.4 GHz memilki frekuensi yang lebih rendah dibandingkan dengan wifi yang beroperasi di frekuensi 5 GHz, menurut ilmu fisika, semakin rendah frekuensi semua gelombang maka semakin besar panjang gelombangnya dan semakin besar panjang gelombangnya maka semakin jauh daya pancarnya.

1  Kuat Sinyal (Signal Strength)

     Kualitas sinyal menentukan handal tidak nya suatu WiFi. Semakin kuat sinyal maka semakin baik dan handal konektivitas nya. Sinyal pada WiFi ditunjukan dengan besaran dBm yaitu satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 Watt. Rentang kuat sinyal pada WiFi yaitu antara -10 dBm sampai kurang lebih -99 dBm dimana semakin nilai nya mendekati positif maka semakin besar kuat sinyal nya. Kuat sinyal dapat dikategorikan berdasarkan kualitas nya sebagai berikut :
      a. Excellent (green): -57 to -10 dBm (75 - 100%)
      b. Good (green): -75 to -58 dBm (40 - 74%)
 c. Fair (yellow): -85 to -76 dBm (20 - 39%)
 d. Poor (red): -95 to -86 dBm (0 - 19%)

1  Signal to Noise Ratio (SNR)
Kualitas sinyal menentukan handal tidak nya suatu WiFi. Semakin kuat sinyal maka
semakin baik dan handal konektivitas nya. Sinyal pada WiFi ditunjukan dengan besaran
dBm yaitu satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 Watt.

entang kuat sinyal pada WiFi yaitu antara -10 dBm sampai kurang lebih -99 dBm dimana
semakin nilai nya mendekati positif maka semakin besar kuat sinyal nya. Kuat sinyaldapat
dikategorikan berdasarkan kualitas nya sebagai berikut :

a. > 40dB SNR = Excellent signal (5 bars), Cepat terkoneksi, troughput maksimal dan stabil.
b. 25dB - 40dB SNR = Very good signal (3 - 4 bars), Terkoneksi baik, throughput maksimal.
c. 15dB - 25dB SNR = Low signal (2 bars), Terkoneksi baik, throughput tidak maksimal.
d. 10dB - 15dB SNR = very low signal (1 bar), koneksi tidak terlalu stabil, throughput rendah.
e. 5dB - 10dB SNR = no signal, koneksi sangat tidak stabil, throughput sangat rendah.

Hasil Analisis Mengunakan Freq. Usage






















Rabu, 31 Mei 2017

BUKU UNTUK BELAJAR MIKROTIK

kali ini saya akan membagi buku belajar saya yang menurut saya sangat berguna ok, langsung saja ya

Download disini bukunya Gratis

dalamnya cukup lengkap contoh saja ganti halaman login, dan masih banyak lagi :)







MANAGEMENT BANDWITH DENGAN MIKROTIK


Langsung saja, dibawah ini merupakan langkah-langkah dalam melakukan setting mikrotik sebagai Bandwith Management dengan menggunakan Winbox.
  • Hubungkan kabel UTP ke RouterBoard atau Mikrotik Router.
  • Donload Winbox.exe bisa melalui web browser dengan mengetikkan alamat IP dari RouterBoard Mikrotik tersebut kemudian klik Winbox maka secara otomatis akan men-download Winbox.

  • Buka software Winbox.exe kemudian ketikkan alamat IP mikrotik tersebut seperti pada tampilan dibawah ini.
 
  • Dalam studi kasus, kita akan melakukan Connect To ke IP 192.168.1.1 dengan Login sebagai admin dan Password dikosongkan karena belum di setting. Kemudian klikbutton connect.
  • Dalam melakukan konfigurasi mikrotik pertama kali hampir sama dengan konsep konfigurasi pada router biasa. Kita melakukan konfigurasi terhadap interface-nya dengan cara Klik pada interface disitu dan disana terdapat beberapa ether klik doble kemudian edit nama (catatan : jangan menghilangkan inisial ether nya, karena nanti akan bermasalah ketika melakukan maintenance) 

  • Dari interface list bedasarkan gambar diatas, terdapat 5 jalur ether yang memiliki nama ether1, ether2-Atas, ether3-LAB, ether4-KELAS1, dan ether5-KELAS2. Untuk ether2-Atas, ether3-LAB, ether4-KELAS1 memiliki status R yang berarti jalur ethernet tersebut memiliki status ready yang berarti sudah terhubung dengan masing-masing jaringan.
  • Ketika sudah konfigurasi terhadap interface-nya pada semua langkah berikutnya adalah kita memberikan IP Address untuk tiap ethernya, ether ini nantinya merupakan IP Address dari masing-masing jaringan yang telah direncanakan dari awal.
    • Bedasarkan gambar diatas, untuk koneksi ke internet menggunakan Address 10.99.99.2/30 dengan network 10.99.99.0 dan memiliki interfaceether2-Atas. Kemudian untuk IP ke LAB2 menggunakan Address 192.168.1.1/24 dengan network 192.168.1.0 dan memiliki interfaceether3-LAB. Kemudian untuk IP ke ruang kelas 1 menggunakan Address 192.168.2.1/24 dengan network 192.168.2.0 dan memiliki interfaceether2-KELAS1. Kemudian untuk IP ke ruang kelas 2 menggunakan Address 192.168.3.1/24 dengan network 192.168.3.0 dan memiliki interface ether2-KELAS2.
    • Setelah itu kita perlu menambahkan DNS (Domain Name Server) dengan cara pilih menu IP à DNS (terletak pada sidebar kiri) sehingga tampilanny akan menjadi seperti dibawah ini.
     

    • Bedasarkan gambar diatas kita akan memasukkan DNS Setting dengan Servers 203.6.148.2 dan Max UDP Packet Size 512 kemudian klik button OK. Pada studi kasus tersebut kami mengisikan Address sesuai dengan DNS yang dimiliki oleh Puskom UNS. DNS atau Domain Name Server digunakan ketika kita akan menghubungkan jaringan kita dengan internet.
    • Langkah selanjutnya adalah kita melakukan konfigurasi gateway dengan cara klik pada IP à Routes (terletak pada sidebar sebelah kiri) kemudian kita bisa mengisikan Dst. Address dan Gareway kemudian klik button OK untuk menerapkan perubahan konfigurasi.
      • Dibawah ini merupakan konfigurasi gateway yang terdapat pada Route List.
       
      • Bedasarkan gambar diatas, dapat diketahui bahwa Dst. Address dengan alamat 0.0.0.0/0 memiliki gateway 10.99.99.1 reachable ether2-Atas. Kemudian Dst. Address dengan alamat 0.0.0.0/0 memiliki gateway 10.99.99.1 reachable ether2-Atas. Kemudian Dst. Address dengan alamat 10.99.99.0/30 memiliki gateway ether2-Atas reachable. Kemudian Dst. Address dengan alamat 192.168.1.0/24 memiliki gateway gateway ether2-LAB reachable. Kemudian Dst. Address dengan alamat 192.168.2.0/24 memiliki gateway gateway ether2-KELAS1 reachable. Kemudian Dst. Address dengan alamat 192.168.3.0/24 memiliki gateway gateway ether2-KELAS2 reachable.
      1. Ketika kita sudah melakukan konfigurasi sampai tahap ini, maka tahap selanjutnya kita dapat membuat Bandwith Manajemen dengan menggunakan Queue Tree, pada mulanya harus dengan membuat mangle pada masing-masing interface yang akan kita berikan limit dengan cara klik menu IP à Firewall, mangle mempunyai 2 jenis yaitu marking untuk packet dan marking untuk connection. Pada tahap ini kita bermaksud memberikan nama pada jalur tersebut sehingga dapat melakukan konfigurasi limit bandwithnya.
       
      • Bedasarkan gambar diatas, kita telah melakukan konfigurasi pada mangle LAB, mangle Kelas1 dan mangle Kelas2. Dimana mangle Lab memiliki marking untuk packet dengan source Address 192.168.1.1 dan marking untuk connection tidak diberi source Address. Kemudian mangle Kelas1 memiliki marking untuk packet dengan source Address 192.168.2.1 dan marking untuk connection tidak diberi source Address. Kemudian mangle Kelas2 memiliki marking untuk packet dengan source Address 192.168.3.1 dan marking untuk connection tidak diberi source Address.
      • Langkah selanjutnya adalah membuat Queues dengan cara klik Queues pada sidebar menu kiri kemudian tambahkan queue untuk interface yang ada disitu kemudian melakukan konfirgurasi jumlah kbps nya Max Limit (bandwiith yang diberikan ke pada interface atau suatu network) dan melakukan konfigurasi pada Limit At (limit yang diberikan ketika jaringan semuanya di pakai atau dalam keadaan ramai).
       

      • Untuk melakukan management bandwith kita dapat melakukan konfigurasi dengan memasukkan Name, Parent, Limit At dan Max Limit kemudian klik button OK untuk menyimpan konfigurasi.
      • Bedasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa management bandwith yang dilakukan pada jaringan LAB memiliki Limit At 256k dan Max Limit 1M, kemudian jaringan Kelas1 memiliki Limit At 128k dan Max Limit 1M serta pada jaringan Kelas2 memiliki Limit At 256k dan Max Limit 1M.
     
 

Rabu, 07 Desember 2016

Ok, kembali lagi dengan blog saya ini saya akan menjelaskan tentang menyambungkan RB(router board) dengan akses point mengunakan wireless atau wlan, agar dapat internetan.


Disini saya menggunakan rb941 hap lite, dan kabel straight untuk setting, dan mengunakan wireless (atau thetering/hotspot hp), dan aplikasi winbox download disini winbox 3.7
http://www.mikrotik.com/download

Oke lebih baik langsung saja menyimak video dengan baik, nih saya kasih spoiler gan………….


INI DIA VIDEONYA
https://youtu.be/Ae015xRWv3Q







Kamis, 28 Juli 2016

oke ini blog pertama saya yang saya posting, dan postingan ini mengenai tentang osi layer. apakah para blogger sudah tahu apa itu osi layer? oke, tenang saja saya akan sedikit menjelaskan tentang osi layer nah mari kita simak dengan seksama.

pengertian 7 Layer OSI
 7 Layer OSI adalah suatu model aksitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. Dan OSI itu sendiri memiliki kepanjangan yaitu Open System Inter Connection. OSI merupakan Kumpulan Layer-layer yang tidak salingbergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing-masing Layer sudah mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing dan Saling mengisi satu sama lain, dan sama halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari Layer tersebut tidak digunakan berarti tidak akan Terbentuk jaringan.




Susunan OSI layer

1 . application

2 .presentation

3 .session

4 .Transport

. Network

6 . Data Link

7 . Physical


Fungsi Setiap Layer

 
  1. Physical Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengabelan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat dihubungkan dengan Physical layer adalah NIC (Network Interface Card) berikut dengan Kabel - kabelnya.
  2. DataLink Layer : Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yangdisebut sebagai framePada Layer ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti Halnya MAC Address, dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti HUB, Bridge, Repeater, dan Switch layer 2 (Switch un-manage) beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi Layer ini menjadi dua Layer anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
  3. Network Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan Router dan Switch layer-3 (Switch Manage).
  4. Transport Layer : Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
  5. Session Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
  6. Presentation Layer : Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam Layer ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
  7. Application Layer : Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam layer  ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.